Blogroll


Komentar Terbaru


Arsip


Jam Digital


@NhieVannie


My Facebook


My Song


Pengunjung

    65.804

Fungsi Aktivasi dan Proses Pembelajaran pada Artificial Neural Network II

Ditulis pada 31 March 2013 Oleh zilvanhisna-e-f-fst10 | Kategori : Sistem Cerdas

lanjutan blog....

Proses pembelajaran pada Jaringan Syaraf Tiruan dibedakan menjadi dua yaitu pembelajaran terawasi dan pembelajaran tak terawasi.

  1. Pembelajaran terawasi yakni suatu metode yang digunakan jika output yang diharapkan telah diketahui sebelumnya. Contoh dari pembelajaran ini adalah
  • Hebb rule

Suatu metode pembelajaran yang paling sederhana dimana pembelajaran dilakukan dengan cara memperbaiki nilai bobot sedemikian rupa sehingga jika ada 2 neuron yang terhubung dan dalam kondisi hidup (on) pada saat yng bersamaan maka bobot keduanya akan dinaikkan.

  • Perception

Digunakan untuk mengklasifikasikan suatu tipe.pola tertentu yang dikenal dengan pemisahan secara linier. Algoritmanya akan mengatur parameter-parameter bebas  melalui proses pembelajaran.

 

  • Delta Rule

Mengubah bobot yang menghubungkan antara jaringan input ke unit output dengan nilai target.

  • Backpropagation

Suatu algoritma pembelajaran  yang digunakan perception dengan banyak lapisan (multi layer) untuk mengubah bobot yang terhubung dnegan neuron-neuron yang ada pada lapisan tersembunyi.

  • Hetroassociative Memory

Jaringan yang bobot-bobotnya ditentukan sehingga jaringan tersebut dapat menyimpan kumpulan pola.

  • Bidirectional Associative Memory

Model jaringan syaraf yang memiliki 2 lapisan dan terhubung penuh dari satu lapisan ke lapisan lainnya. Pada jaringan ini dimungkinkan adanya hubungan timbale balik antara lapisan input dan lapisan output.

  • Learning vector Quantization

Suatu metode untuk melakukan pembelajaran pada lapisan kompetitif yang terawasi. Suatu lapisan kompetitif akan secara otomatis belajar untuk mengklasifikasikan vektor-vektor input. Kelas-kelas yang didapatkan sebagai hasil hanya tergantung pada jarak antara vektor-vektor input.

 

2. Pembelajaran yang tidak terawasi adalah suatu metode dimana  tidak memerlukan target output. Pada metode ini tidak dapat ditentukan hasil seperti apa yang diharapkan selama proses pembelajaran. Selama proses pembelajaran, nilai bobot disusun dalam suatu range tertentu tergantung pada nilai input yang diberikan. Tujuan pembelajaran ini adalah mengelompokkan unit-unit yang hampir sama dalam suatu area tertentu. Pembelajaran seperti ini biasanya sangat cocok untuk pengelompokkan (klasifikasi) pola.

 

mohon.... maaf apabila ada kesalahan.... beberapa sumber sebagai bahan acuan belajar

http://www.yulyantari.com/tutorial/media.php?mod=detailmateri&mat=43&bab=6

http://nurul-i--fst08.web.unair.ac.id/artikel_detail-43981-Umum-%20Metode%20Pelatihan%20Dan%20Model%20Jaringan%20Saraf%20Tiruan%20.html

http://penilai-hati.blogspot.com/2010/05/jaringan-saraf-tiruan.html

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :